Tuesday, April 26, 2011

Matematika dan Teknologi dalam Pandangan Islam


Kehidupan modern sangat bergantung pada teknologi. Martabat suatu bangsa seringkali diukur dari kemutakhiran teknologi yang dimilikinya. Kemajuan ini seiring pula dinilai dengan pencapaian ekonomi yang membawa kesejahteraan kepada masyarakatnya.

Teknologi diartikan sebagian orang sebagai penerapan sains dalam industri atau bisnis. Teknologi yang diharapkan pada umumnya adalah produk bermutu tinggi dengan menggunakan modal seminimal dan waktu sesingkat mungkin.
Teknologi terus di’update’ untuk memenuhi permintaan pasar. Untuk mendukung pemutakhiran ini diperlukan kemajuan ilmu pengetahuan. Kecenderungan perkembangan sains dan teknologi dewasa ini lebih dimotivasi oleh persaingan pasar dibandingkan dengan motivasi untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Sains di negara-negara barat pada akhirnya sering ditujukan untuk memenuhi permintaan akan pencapaian kekuasaan, pengawasan, dan kekayaan (Nasr dalam Mohamed, 2000).
Motivasi pencapaian sains modern hampir bertolak belakang dengan motivasi pencapaian ilmu dalam pandangan Islam. Islam menganjurkan manusia mencari ilmu pengetahuan untuk mengagungkan kebesaran Allah SWT, selain untuk mengambil manfaat ilmu itu sendiri dalam kehidupan manusia.
Iklim mencari ilmu kita di Aceh saat ini pada umumnya jauh dari kedua motivasi di atas. Motivasi siswa bersekolah kebanyakan adalah agar setelah selesai sekolah mendapat kerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sangat banyak waktu yang dihabiskan sia-sia bila tujuan bersekolah hanya untuk mendapatkan ijazah agar diterima bekerja, bukan untuk mendapatkan pengetahuan. Kondisi ini menjadi lebih buruk bila cara mendapatkan ijazah tersebut tidak memenuhi proses yang wajar untuk lulus. Pengetahuan yang diperoleh tentu tidak dapat menghasilkan teknologi, apalagi untuk merefleksi kebesaran nama Tuhan.
Pandangan tentang Sains
Wahyu Al-Qur’an saat pertama kali diturunkan adalah Surah Al-‘Alaq ayat 1-5 yaitu perintah membaca dan mempelajari alam untuk mengenal kemuliaan Sang Khaliq. Nyatalah bahwa mempelajari alam ini merupakan anjuran utama dalam Islam, sehingga agama dan sains tidak terpisahkan. Islam juga melihat bahwa alam ini merupakan suatu kesatuan; isi alam ini saling berinteraksi antara satu dengan lainnya dan semua mengikuti keteraturan yang telah ditetapkan oleh Pencipta-nya.
Sains modern melihat fenomena alam sebagai fakta yang murni tanpa pengaruh dari hal yang lain. Dalam cara pandang seperti ini, berbagai fenomena alam menjadikan sains terpisah-pisah antara satu dengan lainnya.
Matematika dalam Ajaran Islam
Matematika mendapat tempat yang khusus bagi Muslim karena cocok dengan karakter pemikiran Islam tentang keesaan dan abstraksi. Bagi Muslim matematika bukan dianggap sekuler, tapi merupakan alat untuk mencapai dunia pengetahuan berdasarkan hal-hal yang dirasakan.
Untuk menghargai usaha matematikawan pada masa keemasan sains Islam, penting untuk melihat aktifitas mereka dalam konteks filosofi meskipun dorongan untuk pembangunan teknologi hanya sedikit.
Mohaini Mohamed dalam bukunya yang berjudul ‘Great Muslim Mathematicians’ (2000), menampilkan hasil karya matematikawan Muslim pada masa keemasan capaian sains di jazirah Arab. Zaman keemasan sains Muslim adalah antara abad 9 – 11. Pada puncak kejayaan tersebut para ilmuwan utama menghasilkan karya fundamental sebagai dasar perkembangan sains dan matematika hingga kini.
Bukti-bukti pengaruh sains Islam abad 10-13 di negara-negara barat tampak dalam karya ahli-ahli pengetahuan modern. Abad ke-13 adalah puncak kegiatan penterjemahan sains Islam di barat. Pengetahuan matematika Yunani yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin kebanyakan berasal dari buku-buku berbahasa Arab. Ketika diterjemahkan lagi ke dalam bahasa-bahasa Eropa lainnya telah membangkitkan intelektual barat.
aljabbar
Matematikawan Muslim yang berpengaruh terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dunia di antaranya adalah BapakAljabar Al–Khwarizmi (800 – 847, lihat ilustrasi/ foto) yang juga memperkenalkan angka Arab; penemu trigonometri dan ahli astronomi Al-Battani (850 – 929); ahli optik, matematika, dan astronomi Al-Haytham (965 – 1039) yang karya-karyanya sangat maju melampaui zamannya; ahli berbagai bidang ilmu, utamanya matematika dan astronomi Al–Biruni (973 – 1050); ahli geometri yang mengkritisi teori Euclid, Omar Khayyam (1048 – 1131) lebih terkenal sebagai filosof dan penyair; matematikawan yang jenius Nasir Al–Din Al–Tusi (1201 – 1274) yang mengembalikan kejayaan sains Islam ketika kegiatannya menurun setelah Omar Khayyam (Mohamed, 2000).

Peranan Matematika dalam Teknologi
Teknologi merupakan rangkuman dari beberapa ilmu terapan, sedangkan ilmu terapan berunsur pada ilmu dasar tekait. Teknologi meningkatkan nilai sumber daya alam dan karya manusia. Pengembangan teknologi adalah dengan penguasaan sains dan eksperimen. Permasalahan dan pemikiran penyelesaiannya harus diwariskan kepada generasi selanjutnya dengan menggunakan bahasa matematika yang mampu meneruskan informasi tentang masalah, kejadian dan penyelesaian tersebut dengan eksak, tepat dan objektif (Habibie, 2010).
Permasalahan yang terdapat di alam diusahakan untuk ditiru dengan bantuan pemodelan matematika untuk selanjutnya diselesaikan dengan berbagai metode matematika. Penyelesaian secara matematika dapat berupa penyelesaian analitik, maupun penyelesaian secara numerik yang menggunakan komputer. Untuk penggunaan komputer inilah penguasaan masalah komputasi diperlukan. Hasil komputasi ditampilkan berupa grafik untuk penafsiran terhadap masalah yang sedang diselesaikan. Outputanalisis ini menjadi dasar pemikiran pembangunan teknologinya.
Gerakan daun yang terapung di air telah menginspirasi pembuatan model matematika gerak gelombang air. Penyelesaian masalah ini menjadi dasar teknologi pembangunan pelabuhan, dermaga, tanggul, dan pembuatan kapal.
science
Burung Kolibri, adalah sejenis burung yang berbadan kecil yang gerakan sayapnya dapat membuatnya terbang maju, mundur, atau diam di udara. Burung ini telah mengilhami teknologi pembuatan pesawat terbang Harrier oleh perusahaan penerbangan Inggris untuk digunakan sebagai pesawat tempur (Habibie, 2010).

Dalam bidang aljabar logika, George Boole (1847) telah menulis buku ‘The Mathematical Analysis of Logic’ tentang logika perhitungan yang melibatkan dua angka yaitu 0 dan 1.  Logika ini kemudian menjadi dasar logika dari teori informasi dan komputer, dan digunakan juga dalam masalah genetika yang dikenal denganDNA (deoxyribo nucleic acid), yaitu dua pasang nukletoid biomolekul informasi keturunan makhluk (Habibie, 2010).

2 comments:

  1. saya cuman blogwalking>>>
    jika berniat liat blog saya kunjungin balik ya???

    terima kasii...

    ReplyDelete